Hidayah-18

Hidayah itu datang setelah 18 tahun lewat

Apa yang paling sulit didalam menjalankan Islam?

Assalamu’alaikum sebelumnya saya ucapkan buat teman-teman yg sering mengunjungi blog ini.

Saya minta maaf karena mungkin sudah ada 1 tahun saya tidak melakukan update di blog saya ini. Komentar-komentarpun banyak terbengkalai sehingga tidak saya approve atau balas. Ada beberapa hal yg menggangu saya dan menggoncang iman saya sehingga membingungkan saya dalam menjalankan agama Islam. Alhasil blog ini pun terbengkalai. Untuk kronologisnya nanti saya akan ceritakan di paragraf-paragraf selanjutnya.

Sebelum saya memberikan inti dari topik yang saya tulis kali ini, ada baiknya mungkin anda sekalian membaca cerita saya berdasarkan pengalaman saya sendiri agar lebih faham inti dari apa yang saya mau bagi.

Bismillahhirrahmanirrahim….

2 tahun lalu, tepatnya ketika saya masih berumur 18tahun, adalah seorang penyanyi yang mengetuk hati saya yang memang sejak berumur 16 tahun ingin serius menjalankan Islam. Beliau seorang penyanyi rock, pemabuk, pembuat onar, dan sebagainya. Entah kenapa di penghujung karirnya beliau berubah drastis, menjadi seorang muslimin sejati. Segala hal buruk yg tersemat didiri beliau dia hilangkan, dan dengan seizin Allah beliau menjadi seseorang yg benar-benar taat hingga beliau wafat.

Mungkin kalian bertanya-tanya, siapa beliau yang saya maksud, mungkin juga ada yg sudah tau. Ya beliau adalah almarhum Bangun Sugito atau lebih dikenal dengan Gito Rolies.

Singkat cerita, saya pun mulai berpikir, jika almarhum yg lebih buruk kelakuanya dari saya bisa berubah sebegitu taatnya dan meninggal dalam keadaan tersenyum bahagia mengapa saya tidak?

Alhasil, saya pun mulai berubah. Saya yg awalnya seorang suka berbohong, suka berkata kasar kepada teman dan keluarga saya, dan jarang sholat serta jarang membaca Al-Qur’an mulai merubah diri saya sedikit demi sedikit. Bahkan saya memutuskan pacar saya.

Ketika awal saya melakukan sholat saya menangis sejadi- jadinya. Mengingat dosa saya yg begitu besar dan mungkin tidak bisa dihapus.

1 tahun saya begitu beriman, iman itu semakin kuat ketika saya mulai membuat tulisan-tulisan di blog ini, surfing mencari artikel-artikel islami, rajin membaca buku-buku islami, tertarik mendalami Islam dengan bertanya kepada cendekiawan muslim yg ada di daerah saya, bergabung ke forum-forum islam ataupun forum anti-islam (sebagai salah satu cara menguatkan iman saya), dan mulai takut dengan neraka. Disaat itu yang terpikirkan dalam benak saya hanya satu,”Jangan tarik nyawa saya ketika saya bergelimang dosa”.

Ya, iman dan pandangan saya ini hanya berjalan kurang lebih 1 tahun. Sebelum akhirnya saya kembali kejalan dosa.

Kronologisnya, ketika itu iman saya goyah akibat forum-forum maupun website yg saling mempertanyakan tentang pacaran Islami dan ta’aruf, serta disaat teman-teman saya mengatakan saya seorang munafik. Disaat kegoyahan itu di jejaring sosial facebook saya bertemu seseorang yg saya kagumi sejak SMA. Alhasil saya pacaran dengan dia. Saya pun mulai meninggalkan sholat lagi, mulai kembali “bandel”, bahkan tidak menggubris blog ini. Ya, hati saya kembali mandet dengan Islam. Begitu berat mempertahankan iman saya pada waktu itu.

Selanjutnya, saya mulai merasakan banyak musibah menimpa saya. Kuliah saya tidak benar, pacar saya seperti merugikan saya dan selalu membuat saya sakit hati, kepercayaan teman saya mulai mengendur, saya menjadi orang yg anti-sosial dan musibah lainya. Alhamdulillah ketika hal itu terjadi orang tua saya masih ada untuk saya. Bersyukur saya diberikan orang tua yg begitu baik dan tutur katanya begitu lembut serta penyabar. Alhamdulillah ya Allah…

Ketika musibah silih berganti datang, hati saya mulai bergejolak lagi, saya mulai mengingat DIA lagi disaat saya sedang tidur. Allah seperti ingin memberikan kesempatan saya sekali lagi untuk memperbaiki diri. Saya mulai menangis lagi, kali ini tidak disaat saya sholat, tapi disaat saya akan tidur. Saya pun berucap syukur sekali lagi, bukan saja orang tua saya tidak meninggalkan saya, Allah pun terus ada untuk saya, mengetuk hati saya, membuat diri saya menangis berkali-kali membuat saya mengingat dosa saya.

~Alhasil dari rentang waktu saya tobat, berbuat dosa, dan mencoba untuk mencintai-NYA lagi, saya menarik kesimpulan, ternyata mempertahankan iman kita sebagai seorang muslim itu adalah hal paling SUPER BERAT daripada menjalankan Islam itu sendiri~

dan itulah inti dari apa yang saya tulis kali ini.

Mohon maaf untuk semuanya, saya memang munafik, tidak tau berterimakasih sama Allah, tapi saya punya keyakinan kalau saya bisa memperbaiki iman saya seperti dulu. InsyaAllah..

Semoga teman-teman bisa mengambil intisari dari tulisan saya ini, tetaplah di jalan Allah, karena ketika kalian keluar mulai membuat dosa akan begitu sulit untuk kembali, cuma nurani dan keyakinan keras kalian yg bisa menggerakkan hati kalian.

AsyhaduAllah Illah ha Illaulloh wa’ashaduanna Muhammadar rosululloh…

Juni 18, 2011 - Posted by | Uncategorized

3 Komentar »

  1. Semoga berahan lama ya.

    Komentar oleh Hendrawan bayu setiaji | November 19, 2012 | Balas

  2. saya juga mengalami hal yang hampir sama. Saya sudah bertobat, malah balik lagi seperti dulu. Untungnya saya cepat menyadari dan berjanji akan memperbaiki. Terima kasih atas tulisannya.

    Komentar oleh A Hampson | Juni 19, 2013 | Balas

  3. Good….Subhanallah

    Komentar oleh Army Aryaputra | Juli 16, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: