Hidayah-18

Hidayah itu datang setelah 18 tahun lewat

Sholat dimana aja saat adzan berkumandang

Sholat Dimana Saja

Sholat Dimana saja

Ditengah carut marut debat, ejekan, dan hinaan antara kaum sunni dan syi’ah yang notabene berasal dari warga Iran. Atau debat antara Islam dan Kristen yang tidak berujung. Foto yang satu ini akhirnya membuat saya terhenyak. Foto diatas adalah foto salah satu warga di Iran (ntah Sunni atau syi’ah) yang sholat tepat ditengah jalan raya.

“Well it was time to read the prayer, I heard the Azan call for prayer and I happened to be in the middle of the freeway Jay-walking, so I figured why not pray?” he said.

“Saat itu adalah saat untuk sholat, aku mendengar adzan untuk sholat dan itu terjadi  ditengah tempat penyebrangan jalan, jadi aku berpikir mengapa tidak sholat?”katanya.

Untuk yang satu ini saya udah lepas tangan. Tidak peduli kakek ini sunni atau syi’ah (yang notabene saling membenci berdasarkan pemikiran) Itulah yang dikatakan sang kakek. Dimana saja, kapan saja, laksanakanlah sholat begitu adzan berkumandang.

Saya jadi menghela nafas sesaat dan bertanya-tanya. Mengapa harus ada Sunni dan Syi’ah? Padahal satu Tuhan satu Nabi satu Kitab. Mengapa tidak disatukan saja dua kubu ini dalam satu nama yaitu ISLAM?

Wallahualam bissawab

Ya Allah berikanlah kami petunjuk-Mu. Sesungguhnya kami tidak berhak menghakimi mahluk-Mu seperti Kau menghakimi mahluk-Mu. Kami serahkan semua kegaduhan dua kubu ini hanya kepada-Mu. Seandainya aku bisa meminta, aku akan meminta agar Al-Mahdi segera Kau munculkan, dan Isa Alayhissalam segera Kau turunkan kebumi agar bisa membasmi Dajjal. Dan kelak kami (orang-orang yang tidak mengetahui dan hanya ingin beribadah kepada-Mu) ingin bertanya kepada Isa Alahissalam atas seijin-Mu yang manakah yang benar dan yang manakah yang salah dari sekumpulan orang-orang yang berdebat tenang ke TuhananMu dan hukum-hukum-Mu. Ya Allah, jika Kau beri aku umur hingga dihari hal itu terjadi dan Kau anggap permohonan dan Pertanyaan-Ku ini lancang, maka tutuplah mulutku dihari itu (hari dimana Isa Alayhissalam turun). Namun jika Kau tidak mau aku hidup dihari itu untuk bertanya, dan Kau tidak mau aku melihat kedasyatan akhir dzaman antara Al-Mahdi, Isa Alayhissalam dan Dajjal maka cabutlah nyawaku sebelum hari itu. Ya Allah, sesungguhnya hambamu ini hanya mahluk hina yang rindu bertemu dengan-Mu dalam keadaan suci dan hanya ingin menyibak kebenaran agar bisa melihat perdamaian di muka bumi ini diantara kaum-Mu yang beriman.

Ampuni aku ya Allah. Astagfirullahhulazim…

Desember 15, 2009 - Posted by | Berita, Islam, Kisah Hidup, Pikiran

2 Komentar »

  1. sekarang masjid sudah banyak,maka sholatlah di masjid, ramaikan bila adzan memanggil, jangan dimana saja kecuali tidak ada masjid….
    http://www.majestad.wordpress.com –> masjid2 indah dunia lainnya

    Komentar oleh eemoo | Desember 16, 2009 | Balas

    • Iya akh. Kondisi di foto ini tepat disaat tidak ada masjid disekitarnya.😀

      Komentar oleh Ahmad Endry Husein | Desember 16, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: