Hidayah-18

Hidayah itu datang setelah 18 tahun lewat

Hidayah itu datang setelah 18 Tahun menyepelekan Islam.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

Assalamu’alaikum warrahmatulla’hi wabarakatuh…

Banyak orang yang bingung, kok Endry bisa berubah sih?
Padahal Endry itu orangnya itu malas sholat, kerjaanya tidur melulu, suka ngebentak orang tua, manja, suka ngehina teman, suka metal yang identik dengan musik syetan, suka marahin adik-adiknya ga jelas, suka mukul adeknya, suka main PS sehingga lupa sholat, dan sebagai-dan sebagainya. Bahkan salah satu teman saya berkata, “Endry telah di rekuit Noordin M Top untuk jadi teroris” ketika saya update status FB saya dengan kata-kata Islami. Astagfirullahhulazim, sungguh zaman sekarang ini orang-orang yang bertutur kata, bertindak, berpakaian, berpenampilan, menjalankan ibadahnya layaknya seorang muslim dikatakan sebagai rekuitan Noordin M Top (Teroris.red). Hebatnya lagi yang mengatakan ini adalah teman saya yang juga seorang muslim. Sungguh muslim sudah terpecah belah dan sudah diidentikkan dengan hal-hal seperti itu sekarang ini, Astagfirullahhulazim.
Saya akan jujur sama kalian semua.Alhamdulillah, saya berubah bukan karena di rekuit oleh Noordin M Top. Saya berubah karena Hidayah-Nya datang kepada saya sendirinya, dan hidayah itu datang ketika saya sedang menyendiri di kamar kos saya. Hebatnya lagi hidayah itu datang ketika saya menangguhkan sholat saya untuk browsing Internet, entah kenapa saya tiba-tiba nangis, ingat dosa-dosa saya. 1 malam saya ga berhenti nangis, ampe akhirnya nangis itu berhenti ketika saya menjalankan Sholat Isya dan membaca Al-Qur’an. Jujur, saya bukan orang yang alim, saya orang yang banyak dosa. Dosa apa saja? Saya suka ngebentak orang tua, ngebohongi orang tua, ngebohongi keluarga, ngebohongi teman, ngebohongi teman-teman saya semasa SMP dan SMA, suka ngehina teman saya yang punya kekurangan, suka nonton bokep, ngelakuin dosa dengan Pacar saya (Alhamdulillah sekarang udah putus dan saya sadar kalau pacaran itu Haram), malas sholat, bohong disaat Puasa, suka ganggu dan mukul serta nampar adek saya, kadang-kadang muncul sifat sombong saya, berkata-kata kasar, marah-marah ga jelas, dan lain-lain. dan itu terus berlangsung dan terus menjadi-jadi layaknya sebuah Virus yang menyebar selama kurang lebih 18 tahun. Walaupun begitu, ada sewaktu-waktu saya menjalankan sholat dan berusaha untuk tobat namun tidak lebih satu minggu saya kembali melakukan hal-hal yang dilarang agama. Saya mikirnya waktu iyu kaya gini : “Ah, hidupku masih lama, masih muda gitu loh…., banyak-banyak buat dosa aja dlu.., ntar pas tua saya tobat habis-habisan kaya Gito Rolies” Astagfirullahhulazim….., saya waktu itu belum bisa tobat sepenuhnya karena banyaknya godaan dan persepsi saya yang seperti itu. Tapi Alhamdulillah, sekarang saya sudah mengubah jalan hidup saya untuk terus berada di jalan-Nya.

Lalu bagaimanakah kronologis jelasnya kejadian saya mulai mengubah pandangan saya sepenuhnya kepada Allah subahana’hu wata’ala? inipun saya akan bercerita dengan jujur, sebagai pembelajaran bagi teman-teman sekalian.

Diawalai ketika saya berada di Malaysia untuk melanjutkan kuliah, jujur tujuan saya disana karena saya pengen di anggap hebat, larangan beberapa keluarga saya tidak pedulikan. Dengan modal Bahasa Inggris sebatas conversation mastering belaka, serta kenekatan saya,saya meluncur ke Malaysia. Disana saya masuk ke salah satu Universitas Swasta yang cukup punya nama. Pada awal-awal keberadaan saya disana saya merasa senang, banyak support dari lecture dan class mate saya yang membuat saya semangat belajar, saya bergaul dengan siapa saja disana. Tapi di samping itu saya jadi malas sholat, saya bohongi orang tua saya kalau saya selalu sholat disana, saya makan pada saat puasa, lebih sering engurung diri didalam kamar untuk browsing hal-hal yang tidak bermanfaat. Akibatnya kuliah saya keteteran, room mate saya mulai menjauhi saya, Alhamdulillah waktu itu ada teman Malaysia dan Cina yang cukup care dan cukup men support saya. namun walaupun begitu, saya mulai membuat pandangan-pandangan kalau saya tidak punya Tuhan. dan menganggap sholat itu tidak berguna karena penghitungan pahalanya tidak keliatan. Astagfirullahhulazim. Akhirnya sayapun kembali ke Indonesia dengan sejuta alasan yang saya buat. Ada rasa penyesalan dari dalam diri saya karena saya merasa saya telah membuang uang ortu saya dengan percuma. Tapi itu tidak saya pedulikan, anggap saja sebagai pengalaman. Sepulang dari Malaysia, saya juga belum berubah, saya terus melakukan dosa-dosa yang terus saya tumpuk dengan bermodal keyakinan “Ah masih muda, ntar pas tua aja tobat” saya terus membuat dosa-dosa. Saya masih saja membohongi orang tua saya, mengeluh akan rezeki yang diberikan, membentak orang tua saya, saya masih malas sholat, saya bohongi teman-teman saya, saya ngelakuin dosa dengan Pacar saya (yang sudah saya putusin sekarang,Alhamdulillah),yang membawa saya kedalam dosa yang lebih dalam, nonton bokep, kata – kata kasar keluar dari mulut saya hampir setiap hari, dan dosa-dosa lain yang kalau saya ingat selalu membuat air mata saya berlinang. Walaupun begitu, ada waktunya saya mencoba tobat, tapi hanya sekedar tobat sambel. Satu hati tobat, besoknya buat dosa lagi. Dari situ ada keinginan ingin berubah, saya ingin mencoba mandiri, ortu sayapun menghubungi om saya di Jakarta. Sayapun di bawa ke Bandung, kemudian saya kuliah di salah satu Universitas swasta di Bandung. Walaupun begitu, saya masih juga melakukan dosa-dosa diatas, membohongi ortu, membentak ortu, membohongi teman, nonton bokep, dan lain-lain. (Ya Allah ampuni dosa saya..). Namun suatu hari saya di beri teguran Allah, hidayah itu muncul sedikit, saya mulai mencoba sholat walau masih bolong-bolong, saya baca Al-Qur’an setelah sholat Isya walaupun kadang-kadang malas itu muncu. Namun suatu kejadian meninmpa saya orang yang saya puja-puja lebih dari apapun, bahkan lebih dari Tuhan dan keluarga saya (Astagfirullahhulazim…) yaitu pacar saya memutuskan break sementara. Lalu saya mikir dan entah kenapa pikiran itu muncul, “Ya Allah, aku sadar kalau dia (Pacar) sudah saya anggap lebih dari apapun, saya tinggalkan ibadah saya cuma untuk bersamanya, sungguh laknat diri saya”. Keesokan harinya, saya putuskan bahwa saya akan benar-benar putus denganya, karena saya sadar bahwa Pacaran itu haram. Sesuai dengan apa yang ditulis didalam Al-Qur’an. Hingga suatu malam pada saat saya menunda mandi saya untuk sholat, karena ingin browsing buka FB , ntah kenapa tiba memori di otak saya seperti di ulang kembali, saya ingat semua dosa-dosa saya, saya nangis (bukan sekedar nitikkan air mata, bener-bener nangis layaknya orang putus cinta, anak yang ga dibeliin mainan ama ortuya, nangisi orang meninggal, pokoknya bener-bener nangis..). Dari situ saya pun mulai bertanya-tanya, kenapa ya Allah 18 tahun saya habiskan dengan buat dosa, saya buat kecewa keluarga saya beberapa kali, kenapa saya suka bentak orang tua saya, mengapa saya melakukan hal-hal yang berbau zinah dengan pacar saya (pegangan tangan, ciuman, pandang-pandangan, dll…). Subahanaullah…., dari situ saya mulai sadar, saya ubah cara pandang hidup saya, saya cepat-cepat mandi, dan pada saat mandi itu pun saya masih aja nangis, saya langsung menjalankan sholat Isya, saya baca Al-Qur’an. Saya jalankan sholat lima waktu, saya ubah sikap saya, saya ubah tutur kata saya, sesuai dengan ajaran Islam. Dan Alhamdulillah, apa yang saya rasakan ini adalah ketenangan seorang muslim, urusan saya dimudahkan oleh Allah, UTS saya lancar, hubungan dengan teman-teman semakin membaik, bahkan orang-orang yang tidak pernah menegur saya tiba-tiba menegur saya, dan saya berjanji, bahwa saya akan ngebahagiain orang tua saya, tidak akan membuat sakit hati teman-teman dan keluarga saya lagi dengan tutur kata saya yang pedis.

Subahanullah…, saya bersyukur sekali kepada Allah SWT dengan cara hidup saya sekarang. Terima kasih Allah karena telah memberikan hidayah kepada saya yang mempunyai rekor membuat dosa kurang lebih 18 tahun padahal saya tau bahwa apa yang saya lakukan adalah dosa. Walaupun saya tidak tahu, apakah dosa-dosa besar saya itu akan di ampuni atau tidak oleh Allah SWT. Tapi saya akan berusaha untuk selalu berjalan di jalan-Nya.

Lalu bagaimanakah dengan teman-teman? Apakah teman-teman sudah sadar kalau Allah SWT itu tidak tidur? dan dia selalu mengawasi hambanya? Ketahuilah agama ini membawa kepada keuntungan dan kebaikan.

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf, 12 : 53).

“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu.” (QS. Al-Fajr, 89 : 27-30).

“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Adz-Dzaariyaat, 51 : 20-21).
Jika seseorang memperhatikan tanda-tanda itu, dan Allah SWT telah membukakan jalan masuk untuk memahami, tentu tidaklah sulit. Dalam ayat lain, Allah berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kelalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kelalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Yunus, 10 : 23).

Subahanaullah, Allah SWT memberikan tanda-tanda kebesaranya seperti oksigen yang kita hirup, pohon yang bisa tumbuh, hujan yang turun, bagaimana bumi itu berputar, dan tanda-tanda kebesaran lain dari Allah SWT. Sadarkah kalian?
Intinya saya membuat tulisan ini bukan karena saya mau bersikap sok alim. Saya juga punya banyak dosa, bahkan dosa saya lebih banyak daripada teman-teman semua. Saya lebih bejat dari yang teaman-teman yang ketahui tentang arti bejat itu. Tapi Alhamdulillah, Allah memberikan hidayah kepada saya supaya saya tidak melakukan kebejatan itu lagi.

Allah sudah memberikan jalan kepada kita, tinggal teman-teman saja lagi, mau mengambilnya atau malah menunggu-menunggu. Ingat, kita ga tau besok kita bakal hidup atau mati. Ntar pas ditanya malaikat di kubur kita mau jawab apa?, trus pas di hisab semua tubuh kita bakal berbicara, kamu mau tubuh kamu bicara yang jelek-jelek tentang kamu? Mau masuk surga apa neraka? Semua terserah kamu, Allah SWT memberi jalan, bedapa baik-Nya diri-Nya. Sedih hati saya ketika ada orang yang lebih mentingkan hiburan duniawi daripada sholat.
Saya kutip sedikit lirik dari lagu Gito Rollies yang berjudul hari-hari : “Beribadahlah, seolah-olah, kau akan mati esok hari. Hari ini tak akan datang kembali”.

Wassalam…

November 4, 2009 - Posted by | Islam, Kisah Hidup, Pikiran | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: